Jumat, 24 Oktober 2014

UTS dan Rindu Balikpapan



Halooo…. Lama nih tak bersua, gmana kabarnya nih temen – temen ? waduh lagi sibuk UTS nih, doakan lah supaya utsnya lancar wkwk, uts perdana sebagai mahasiswa, eh bukan ding ini yang kedua setelah uts pas matrikulasi hehe. Sudah hamper 3 bulan nih merantau di bogor, udah kangen banget sama Balikpapan 

Salah satu tempat favorit di Balikpapan, lapangan merdeka
Beda banget sama di Balikpapan, disini karena tinggal di asrama bikin gabisa bawa kendaraan, kebiasaan untuk jalan – jalan hingga malam pun menjadi tak terlasana, ditambah ada jam malam pula -___-,  terlebih keadaan disini yang sering macet bikin panas klo lagi di angkot. Tapi mau gmana lagi, everything have a risk, so take the risk…. Kadang iri sama yang tinggal di jabodetabek pada pulang klo weekend tapi yasudahlah sabar hingga januari, let it flow until januari, by the way mohon doa restu agar uts semester ini di lancarkan aamiin.
cahaya bulan yang menerangi balikpapan

  depan balikpapan plaza



Kamis, 09 Oktober 2014

Waktu



Ngerasa aneh ga ?
Coba lihat di sekeliling anda, apakah sama dengan 5 tahun yang lalu ?
10 tahun yang lalu ? 15 tahun yang lalu ?
Dulu kita yang cuma anak kecil sekarang udah beranjak dewasa
Tak sadar kah kau kawan ? waktu cepat sekali berlalu
Saat ku masih sma, ku ingin cepat kuliah
Saat kuliah, ku ingin kembali ke sma
http://mirajnews.com/id/wp-content/uploads/sites/3/2014/05/1Waktu.jpg
Waktu terlalu cepat berputar, tak kenal siapa kau
Bagai pedang ia siap hunus siapapun

"Waktu adalah sesuatu yang paling kita inginkan, namun sesuatu yang kita gunakan paling buruk" -
William Penn

Sabtu, 23 Agustus 2014

A New Part Of My Life Just Begun

yuup... tidak terasa yah akhirnya kita bisa kembali berbagi cerita. sembari di asrama menunggu tes toefl sekitar 2 jam lagi, tidak ada salahnya jika saya berbagi cerita sedikit. alhamdulillah saya melanjutkan pendidikan saya di Institut Pertanian Bogor, di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan mengambil jurusan di departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan. Alhamdulillah saya diterima di jalur snmptn undangan, yah semacam pmdk gitu lah... akhirnya saya harus merantau dan ternyata tidak banyak yang berasal dari kota saya yang melanjutkan pendidikannya di IPB sini.

Sebagai seorang mahasiswa baru, saya wajib untuk tinggal di asrama, sempat khawatir mengenai gimana temen sekamar ntar, untungnya temen sekamarnya enak semua haha.. 1 lorong orangnya nyenengin, banyak daerah berkumpul disini, kangen rumah ? pastinya lah tpi mau gimana lagi, sebagai seorang lelaki aku merasa harus berani merantau, jangan hanya dirumah aja wkwk.











pemandangan dari kamarku










lorong 8 c3 pas acara di masjid Al Hurriyah


Penghuni terakhir sebelum mudik lebaran

Kamis, 24 April 2014

Hujan

" Hujan akan selalu datang pada yang membutuhkannya, seperti cinta yang datang pada setiap orang yang membutuhkannya" - yang selalu nemu 11.11

http://sd.keepcalm-o-matic.co.uk/i/terkadang-hujan-sengaja-turun-agar-aku-berteduh-berhenti-mengejar-sesuatu-yang-tidak-perlu-.png

Minggu, 30 Juni 2013

Sepak Bola Indonesia, Mau Dibawa Kemana ?



ya, sepak bola, olahraga yang sangat di gemari oleh banyak orang, dari bocah hingga orang dewasa, bahkan kaum hawa pun mulai melirik olahraga yang identik dengan kaum adam ini.

Dari sabang sampai merauke dari pedalaman hingga perkotaan banyak orang suka bermain bola. Banyak sekali klub bola berdiri mulai dari yang bertanding di liga profesianal hingga yang berkompetisi di turnamen antaar kampong.

Namun bila kita melihat sisi profesionalitas sepak bola negeri ini sungguh miris, akan terlihat gap yang besar antara profesionalitas di negeri kita dengan negeri lain terutama eropa. Profesionalitas di negeri ini adalah dimana banyak klub yang kekurangan biaya hingga terlambat membayar gaji para pemain, banyak kasus telatnya pemain di gaji oleh klub. Seperti yang dialami oleh para pemain PSMS yang tidak membayar gaji hingga pemainnya rela menggelandang di Jakarta untuk bertemu dengan para petinggi otoritas sepak bola negeri ini, lain kasus seperti yang diterima alm. Diego mendeita yang harus merenggang nyawa karena tak mampu membayar biaya rumah sakit akibat gaji yang tak kunjung dibayar, almarhum menerima haknya justru setelah berpulang.