Senin, 24 Agustus 2015

Dalam Memaknai Sebuah Lukisan

 


Entah mengapa aku sangat senang terhadap lukisan ini, memabayangkan bahwa diriku yang berada dalam lukisan tersebut, sehabis hujan, masih terasa sedikit rintik - rintik hujan, aku berjalan dengan dirinya, berdua saja *aku mengabaikan sang anjing*. Berjalan sehabis hujan, di dinginnya malam, diterangi lampu jalanan. Aku mengobrol dan berbicara banyak hal dengan dia, membicarakan mulai dari cerita masa kecilku hingga apa yang ingin aku lakukan kedepannya. 
Berjalan melewati taman, kami mencari sebuah cafe/tempat makan untuk menghangatkan badan kami. aku memilih menghangatkan badanku dengan meminum secangkir kopi, dan dia pun memilih hal yan serupa. Kami melanjutkan obrolan kami ditemani iringan musik dari para pemusik di cafe tersebut. Sembari menikmati hidangan berupa makanan ringan, kami melanjutkan obrolan kami. Kami berjanji untuk membuka sebuah rumah makan bersama dan ingin membangun sebuah yayasan untuk membangun lingkungan di sekitar kami. 
Malam itu kami menikmati malam yang luar biasa, di luar masih terasa dingin, dan kulihat mendung mulai datang dan memberi isyarat akan kembali membasahi bumi setelah istirahatnya tadi. Kami memutuskan pulang. Sampai dirumah aku bergegas membersihkan diri dan bersiap tidur. Ah kudengar rintik - rintik hujan, sebuah simfoni indah akan mengiringi tidurku sekaligus menutup malam yang indah ini. langsung saja kumatikan lampu kamarku dan menarik selimut dan bergegas memasuki dunia mimpiku

Sabtu, 22 Agustus 2015

Sebuah Pelajaran

Dalam kesendirian kembali melamunkan pilihanku ini, memang terkadang manusia membuat keputusan yang salah, keputusan yang sejauh ini aku sesali tapi kita harus tetap maju, sebuah kesalahan ini harus dapat tertutupi. hari ini aku belajar bahwa setiap hasil membutuhkan proses, entah apakah aku yang tak menerima proses ini.. ah ku harap francisco ada disini untuk membimbingku dalam proses. tapi aku tak bisa berharap, mungkin ini udah kehendak.




Ada hal yang kurasakan justru sejak aku mengambil keputusan ini aku tau aku salah, yah manusia tak selalu harus melakukan segala sesuatunya dengan benar bukan ?. Kadang menyesal tidak pernah jujur pada diri sendiri, menjadi seseorang yang tak mau menerima proses.


Kini ada yang harus aku bayar, atas semua penyesalan ini, membuat kembali rencana yang awalnya akan menjadi rencana yang hebat, sungguh aku tak seantusias sebelumnya.

 

Maaf kembali harus merepotkanmu, ku tahu ini salahku tapi aku mencoba menjadi lebih baik, mencoba memberi yang terbaik, menjadi pribadi yang lebih baik.

Rabu, 19 Agustus 2015

Jalan Bercabang

Karena pada suatu saat kau akan berjalan pada kehidupanmu, kau akan pernah berjalan lurus, kau akan dihadapkan pilihan, begitu pula aku. Aku yang saat ini sedang berada di depan jalan yang bercabang tak tau harus memilih yang mana. Memilih A atau memilih b, semua ku pertimbangkan. Kau pun tak selamanya memilih jalan yang benar, akupun demikian, namun aku ingin agar kau mengambil pelajaran dari orang seperti aku. 

Kamis, 25 Juni 2015

Pantaskah ?

- Bahkan aku masih belum tau apakah aku cukup pantas, mengejar angan yang selama ini aku anggap pantas buatku, atau ini hanyalah aku sang pungguk yang merindukan bulan -

Bogor, dalam hawa dingin nan sunyi